Mempositifkan diri
Banyak kejadian yang membuat orang menyesali atas tindakan yang mereka lakukan. Contohnya berawal dari berteman lalu teman tersebut berkhianat lalu keluarlah kata "aku nyesel kenal sama dia" bisa jadi, kata kata itu keluar karena saking kesalnya.
Nah, kita gaboleh menyesali keadaan, kecuali menyesali dosa, itu wajib!. Tapi dengan menyesali keadaan itu tidak boleh.
Mengapa?...
Karena setiap orang yang Allah pertemukan dan Allah pisahkan, pada setiap kesempatan yang Allah hadirkan, setiap pengalaman yang Allah berikan, itu semua sudah menjadi coretan takdir-Nya. Jadi buat apa menyesal?, Tinggal sekarang adalah PR nya "mencari hikmah di balik itu semua lalu ambil hikmahnya".
Seperti pengalaman kisah saya yang sedari kelas 5 bangku SD, sudah harus di dewasakan oleh keadaan keluarga yang terpecah belah, dan disaat itu adalah fase benar benar sangat di uji sampai hati ini berkata "ya Allah..mengapa harus aku?", "Kenapa harus sesakit ini?", Lalu tak lama kemudian aku menemukan jawaban "mengapa harus aku?" Karena Allah tau bahwa kamu mampu untuk ngadepinnya. Begitupun dengan "kenapa harus sesakit ini?" Yaa...karena Allah ingin tau batas kemampuan sabarmu sampai mana dalam menghadapi ujian ini, jika kamu terus sabar maka Allah akan menaikan derajat keimanan kamu yang mana semakin tinggi maka semakin Allah menguji kamu sampai kamu berada di titik keimanan tertinggi."
Tapi ketika kita mampu menjalani itu semua secara bersabar, kemudian ikhlas, itu semua Allah liat!. Ketika kita sudah mampu melewati step by step, setiap prosesnya Allah pasti menggantikannya berkali kali lipat, ITU SUDAH PASTI!, So jalanin aja..
Komentar
Posting Komentar